Sosiologi Pendidikan sebagai Ilmu Murni dan Terapan
Dariyo dan Muhammad Nuzli
Mahasiswa Program Doktor Kependidikan Universitas Jambi
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sosiologi pendidikan adalah sebagai suatu kajian yang
mempelajari hubungan antara masyarakat, yang didalamnya terjadi interaksi
dengan pendidikan. Telah lama terjadi perdebatan para sosiolog, yaitu apakah
sosiologi merupakan ilmu murni atau ilmu terapan. Ketika awal perkembangan
sosiologi, Auguste Comte, sebagai bapak sosiologi, telah membahas sosiologi ke
arah reformasi sosial, yaitu usaha membangun kembali masyarakat sebagaimana
yang diharapkan.
Pemikiran Comte ini tidak dilanjutkkan oleh para
peletak dasar teori sosiologi lainnya seperti Emile Durkheim dan Max Weber.
Kedua tokoh yang disebut belakangan ini mengembangkan bermacam pemikiran
sosiologi yang mengarah pada pengembangan ilmu murni. Pemikiran seperti ini
begitu berkembang dalam sosiologi, sehingga Robert Bierssedt dalam The Social Order: An Introduction to
sociology, menulis bahwa sosiologi bersama ilmu hukum, geologi, sejarah,
ilmu politik, ilmu ekonomi dikelompokkan ke dalam ilmu murni. Adapun politik,
manajemen dan akuntansi dimasukkan ke dalam kelompok ilmu terapan.
Perdebatan para sosiolog tersebut secara gamblang
ditulis oleh Henslin (2007:11) sebagai berikut:
“Kontradiksi
nyata antara dua tujuan ini – menganalisis masyarakat versus upaya
mereformasinya – menciptakan suatu ketegangan dalam sosiologi yang sampai
sekaran masih ada. Beberapa sosiolog percaya bahwa peran mereka pantas ialah
untuk menganalisis segi masyarakat dan menerbitkan temuan mereka dalam jurnal
sosiologi.Sosiologi lain bertanggung jawab untuk memanfaatkan keahlian mereka
untuk berupaya menjadikan masyarakat sebagai suatu tempat yang lebih baik untuk
hidup dan membawa keadilan bagi orang miskin”
B. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah
yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan sosiologi murni ?
2. Apa yang dimaksud dengan sosiologi terapan ?
3. Apakah sosiologi pendidikan dipandang sebagai
sosiologi murni, terapan atau masuk kedua bentuk sosiologi ini ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana posisi sosiologi
pendidikan dalam kaitannya dengan percabangan sosiologi antara ilmu murni dan
ilmu terapan.
PEMBAHASAN
A. Sosiologi Murni
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas
atau mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari
adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam.Ilmu
Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan
pengetahuan baru.
Ilmu Pengetahuan Murni berfokus
kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru. Misalnya,
penelitian mata manusia.
Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I. Mendefinisikan bahwa sosiologi sebagai ilmu
murni (pure science) maksudnya ialah;
ilmu yang dipergunakan penelitiannya hanya untuk kepentingan ilmu itu sendiri,
tidak dimaksudkan untuk kepentingan sehari-hari, contoh: ilmu Kimia,
Matematika, Ilmu Pasti dan lain sebagainya.
Menurut Henslin bahwa
sosiologi murni ditujukan pada sesama sosiolog sebagai khalayak sasarannya dan produk
yang dihasilkan berupa pengetahuan.
B. Sosiologi Terapan
Ilmu terapan
adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat
yang memudahkan kehidupan).
Ilmu
Pengetahuan Terapan menempatkan teori-teori ke dalam praktek dengan tujuan
mencari solusi dari sebuah masalah. Contohnya ketika diketahui bahwa mata dapat
bermasalah, para ilmuwan berhasil menemukan kacamata. Melalui Ilmu Pengetahuan
Terapan ini kita mendapatkan berbagai produk dan layanan baru, tetapi
perkembangan ini berawal mula dari kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan Murni.
Sosiologi
sebagai ilmu praktis (applied science),
ialah ilmu yang mempunyai tujuan mengaplikasikan rumus-rumus, hukum-hukum dan
kaidah-kaidah dalam kehidupan sehari-hari, contoh: ilmu pelayaran, kelautan,
teknik, kedokteran, biologi, alam dan lain sebagainya.
Sosiologi
terapan diarahkan pada klien yang terdiri dari berbagai macam jenisnya mulai
dari perorangan sampai kelompok (perusahaan, komunitas dan pemerintah) dan
produk yang dihasilkan berupa perubahan.
C. Sosiologi Pendidikan Dalam Kaitannya dengan
Percabangan Sosiologi antara Ilmu Murni dan Terapan
Dalam kegiatan proses pendidikan menggunakan bantuan teori dan pendidikan
dalam mengatasi masalah-masalah anak didik tidak terkecuali pendidikan
memerlukan bantuan ilmu murni lain seperti, psikologi, matematika, biologi,
untuk membantu proses pendidikanJadi, dapat dikatakan bahwa ilmu pendidikan
tidak dapat berdiri sendiri, tetapi memerlukan ilmu lain, seperti: kedokteran,
psikologi, sosiologi dan lain-lain.
Ilmu pengetahuan murni (BASIC SCIENCE: Fisika,
Matematika, Kimia, dan Biologi) dan teknologi/terapan merupakan dua hal yang
saling berhubungan satu sama lain. Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi
untuk menyediakan fasilitas dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai
contoh, mesin uap tidak akan ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu
pengetahuan fisika. Di lain pihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini
mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan
teori panas dan termodinamika.
Contoh Lainnya: penelitian di bidang mekanika kwantum yang sangat
berpengaruh terhadap struktur suatu atom .Studi mengenai hubungan antara
elektron dan atom tersebut merupakan dasar bagi industri elektronika pada saat
ini. Setelah diketahui bahwa struktur molekul sangat ditentukan oleh sifat mekanika
kwantum dari atom dan molekulnya, maka prinsip dasar dari logam, kristal dan
material sejenis dengan mudah dapat dijelaskan. Kemajuan di bidang fisika dan
mekanika kwantum ini mendorong timbulnya industri kimia untuk mengembangkan
jenis material baru dan mendorong kepada penemuan transistor, semikonduktor dan
IC yang merupakan awal dari industri komputer pada saat ini.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sosiologi sebagai ilmu
murni (pure science) maksudnya ialah;
ilmu yang dipergunakan penelitiannya hanya untuk kepentingan ilmu itu sendiri,
tidak dimaksudkan untuk kepentingan sehari-hari.
Sosiologi
sebagai ilmu praktis (applied science),
ialah ilmu yang mempunyai tujuan mengaplikasikan rumus-rumus, hukum-hukum dan
kaidah-kaidah dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan teoritis yang dimiliki
oleh seseorang dapat memberikan dan mengasah kemampuan atau kompetensi dalam evaluasi
keefektifan kebijakan dan program, menawarkan penyelesaian masalah, serta
mengusulkan cara untuk memperbaiki kebijakan dan program yang berkaitan dengan
pendidikan dan kependidikan. Oleh sebab itu sosiologi pendidikan juga dapat
diarahkan sebagai ilmu terapan. Demikian pula, tidak tertutup kemungkinan, seseorang
mampu menjadikan sosiologi pendidikan sebagai ilmu murni dan terapan sekaligus.
Terimakasih tulisannya sangat bermanfaat
BalasHapusMy blog
Bagus😉
BalasHapusw171p5xsbsb541 dog dildo,dildos,realistic vibrators,dog dildo,japanese sex dolls,dog dildo,dildo,g-spot dildos,adult sex toys j235v4dafqg009
BalasHapus