Senin, 10 Oktober 2016

Sosiologi Pendidikan sebagai Ilmu Murni dan Terapan

Sosiologi Pendidikan sebagai Ilmu Murni dan Terapan



Dariyo dan Muhammad Nuzli


Mahasiswa Program Doktor Kependidikan Universitas Jambi


PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang    
Sosiologi pendidikan adalah sebagai suatu kajian yang mempelajari hubungan antara masyarakat, yang didalamnya terjadi interaksi dengan pendidikan. Telah lama terjadi perdebatan para sosiolog, yaitu apakah sosiologi merupakan ilmu murni atau ilmu terapan. Ketika awal perkembangan sosiologi, Auguste Comte, sebagai bapak sosiologi, telah membahas sosiologi ke arah reformasi sosial, yaitu usaha membangun kembali masyarakat sebagaimana yang diharapkan.
Pemikiran Comte ini tidak dilanjutkkan oleh para peletak dasar teori sosiologi lainnya seperti Emile Durkheim dan Max Weber. Kedua tokoh yang disebut belakangan ini mengembangkan bermacam pemikiran sosiologi yang mengarah pada pengembangan ilmu murni. Pemikiran seperti ini begitu berkembang dalam sosiologi, sehingga Robert Bierssedt dalam The Social Order: An Introduction to sociology, menulis bahwa sosiologi bersama ilmu hukum, geologi, sejarah, ilmu politik, ilmu ekonomi dikelompokkan ke dalam ilmu murni. Adapun politik, manajemen dan akuntansi dimasukkan ke dalam kelompok ilmu terapan.
Perdebatan para sosiolog tersebut secara gamblang ditulis oleh Henslin (2007:11) sebagai berikut:
“Kontradiksi nyata antara dua tujuan ini – menganalisis masyarakat versus upaya mereformasinya – menciptakan suatu ketegangan dalam sosiologi yang sampai sekaran masih ada. Beberapa sosiolog percaya bahwa peran mereka pantas ialah untuk menganalisis segi masyarakat dan menerbitkan temuan mereka dalam jurnal sosiologi.Sosiologi lain bertanggung jawab untuk memanfaatkan keahlian mereka untuk berupaya menjadikan masyarakat sebagai suatu tempat yang lebih baik untuk hidup dan membawa keadilan bagi orang miskin”


B. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut:
1.    Apa yang dimaksud dengan sosiologi murni ?
2.  Apa yang dimaksud dengan sosiologi terapan  ?
3.    Apakah sosiologi pendidikan dipandang sebagai sosiologi murni, terapan atau masuk kedua bentuk sosiologi ini ?


C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana posisi sosiologi pendidikan dalam kaitannya dengan percabangan sosiologi antara ilmu murni dan ilmu terapan.


PEMBAHASAN
A.  Sosiologi Murni
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas atau mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam.Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru.
Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru. Misalnya, penelitian mata manusia.
Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I. Mendefinisikan bahwa sosiologi sebagai ilmu murni (pure science) maksudnya ialah; ilmu yang dipergunakan penelitiannya hanya untuk kepentingan ilmu itu sendiri, tidak dimaksudkan untuk kepentingan sehari-hari, contoh: ilmu Kimia, Matematika, Ilmu Pasti dan lain sebagainya.
Menurut Henslin bahwa sosiologi murni ditujukan pada sesama sosiolog sebagai khalayak sasarannya dan produk yang dihasilkan berupa pengetahuan.

B. Sosiologi Terapan
Ilmu terapan adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan).
Ilmu Pengetahuan Terapan menempatkan teori-teori ke dalam praktek dengan tujuan mencari solusi dari sebuah masalah. Contohnya ketika diketahui bahwa mata dapat bermasalah, para ilmuwan berhasil menemukan kacamata. Melalui Ilmu Pengetahuan Terapan ini kita mendapatkan berbagai produk dan layanan baru, tetapi perkembangan ini berawal mula dari kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan Murni.
Sosiologi sebagai ilmu praktis (applied science), ialah ilmu yang mempunyai tujuan mengaplikasikan rumus-rumus, hukum-hukum dan kaidah-kaidah dalam kehidupan sehari-hari, contoh: ilmu pelayaran, kelautan, teknik, kedokteran, biologi, alam dan lain sebagainya.
Sosiologi terapan diarahkan pada klien yang terdiri dari berbagai macam jenisnya mulai dari perorangan sampai kelompok (perusahaan, komunitas dan pemerintah) dan produk yang dihasilkan berupa perubahan.

C.    Sosiologi Pendidikan Dalam Kaitannya dengan Percabangan Sosiologi antara Ilmu Murni dan Terapan
Dalam kegiatan proses pendidikan menggunakan bantuan teori dan pendidikan dalam mengatasi masalah-masalah anak didik tidak terkecuali pendidikan memerlukan bantuan ilmu murni lain seperti, psikologi, matematika, biologi, untuk membantu proses pendidikanJadi, dapat dikatakan bahwa ilmu pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, tetapi memerlukan ilmu lain, seperti: kedokteran, psikologi, sosiologi dan lain-lain.
Ilmu pengetahuan murni (BASIC SCIENCE: Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi) dan teknologi/terapan merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain. Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi untuk menyediakan fasilitas dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai contoh, mesin uap tidak akan ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu pengetahuan fisika. Di lain pihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan teori panas dan termodinamika.
Contoh Lainnya: penelitian di bidang mekanika kwantum yang sangat berpengaruh terhadap struktur suatu atom .Studi mengenai hubungan antara elektron dan atom tersebut merupakan dasar bagi industri elektronika pada saat ini. Setelah diketahui bahwa struktur molekul sangat ditentukan oleh sifat mekanika kwantum dari atom dan molekulnya, maka prinsip dasar dari logam, kristal dan material sejenis dengan mudah dapat dijelaskan. Kemajuan di bidang fisika dan mekanika kwantum ini mendorong timbulnya industri kimia untuk mengembangkan jenis material baru dan mendorong kepada penemuan transistor, semikonduktor dan IC yang merupakan awal dari industri komputer pada saat ini.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sosiologi sebagai ilmu murni (pure science) maksudnya ialah; ilmu yang dipergunakan penelitiannya hanya untuk kepentingan ilmu itu sendiri, tidak dimaksudkan untuk kepentingan sehari-hari.
Sosiologi sebagai ilmu praktis (applied science), ialah ilmu yang mempunyai tujuan mengaplikasikan rumus-rumus, hukum-hukum dan kaidah-kaidah dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan teoritis yang dimiliki oleh seseorang dapat memberikan dan mengasah kemampuan atau kompetensi dalam evaluasi keefektifan kebijakan dan program, menawarkan penyelesaian masalah, serta mengusulkan cara untuk memperbaiki kebijakan dan program yang berkaitan dengan pendidikan dan kependidikan. Oleh sebab itu sosiologi pendidikan juga dapat diarahkan sebagai ilmu terapan. Demikian pula, tidak tertutup kemungkinan, seseorang mampu menjadikan sosiologi pendidikan sebagai ilmu murni dan terapan sekaligus.

3 komentar: